Pernah

Kami pernah saling mendengar detak jantung masing-masing sambil mengatur detak jantung masing-masing kami pula. Kami pernah terantuk perasaan masing-masing yang menggila. Kami pernah terjaga sepanjang malam untuk mengisahkan hal-hal kecil dari hari-hari yang kami lalui. Kami pernah menghabiskan siang dalam diam, dengan pundak kami saling bertemu. Kami pernah tertatih-tatih demi menggapai diri kami. Kami pernah menjejakkan kaki di alam bebas. Kami pernah minum susu basi tanpa alasan. Kami pernah menghajar diri terlalu keras dengan adu mulut. Kami pernah hampir menyesal bertemu satu sama lain. Kami pernah sadar bahwa menyesali pertemuan ini adalah hal terbodoh. Hanya pernah.

27 September 2014

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s