1,5 bulan

Ada benarnya juga ucapan mengenai bahaya menyukai sesuatu secara berlebih. Saya selalu suka dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan Jepang. I still do, though. Tapi ada perspektif lain yang saya dapat dari menjalani hidup di Tokyo, yang mungkin juga mengubah perasaan suka saya ke negeri ini.

Sumber pikiran itu dari… manusianya. Menjalani hidup di Tokyo (bukan sekedar jalan-jalan) memberikan banyak kesempatan untuk mengamati dan menjadi bagian dari masyarakat ini. Belanja, naik kereta ke kampus, makan-makanan murah, dsb. Rasa yang segera saya tangkap adalah: sepi yang mencekam.

Keramaian dan hiruk-pikuk Tokyo tidak menjamin kota ini ‘hidup’. Orang-orang bergerak ke sana ke mari dengan wajah datar, stasiun yang ramai diisi dengan bunyi derap langkah dan alarm mesin tiket, keramahan yang sebatas norma, tekanan untuk conform dengan masyarakat, ah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s