Suatu masa pernah mencoba segala cara untuk bisa pergi ke Jepang. “Pergi” yang dimaksud konteksnya jauh dari liburan dan sekedar lihat-lihat tapi lebih kepada hidup dengan cara mereka. Menyaksikan Jepang sebagai kesatuan yang utuh, bukan hanya objek. Sudah begitu dalamnya sehinggat tidak merasa perlu menjelaskan kepada orang lain betapa saya mendamba negara arogan di PD II itu. Cukup saya sendiri.

Masa itu, 5 tahun lalu, dipenuhi usaha yang sangat keras dan harapan yang digantung setinggi-tingginya. Lelah secara emosi dan beban pikiran. Tidak berhasil ternyata.

Tau rasanya? Ada keyakinan bahwa pasti akan menginjak tanah sana tapi di saat yang bersamaan juga meyakini bahwa Jepang adalah sesuatu yang jauh dan tidak terjangkau. Akhirnya belajar menerima dan menjadi manusia yang lebih tidak ambisius.

Kemudian ketika sudah lebih sadar diri, hadir kesempatan yang begitu mudah. Semoga beberapa hari kemudian di waktu yang sama saya sudah menjejakkan kaki di sana.

Dunia bekerja dengan serunya.