Review: Aruna & Lidahnya

Judul: Aruna & Lidahnya

Penulis: Laksmi Pamuntjak

Tahun: 2014

6.5/10

Aruna & LidahnyaAruna & Lidahnya merupakan novel kedua Laksmi Pamuntjak setelah Amba. Novel ini bercerita bagaimana kehidupan seorang Aruna Rai, seorang “ahli wabah” dan penggila makanan, dapat menjadi tempat beririsan Makanan, politik unggas, dan percintaan. Berbeda dengan Amba, novel ini lebih banyak menyediakan humor dan hal-hal yang lebih kekinian. Saya senyum-senyum sendiri membaca percakapan antartokoh yang lucu, paling tidak itu berarti humornya cocok dengan saya.

Jujur, saya tidak tahu mana unsur yang lebih dominan di dalam kehidupan Aruna dan novel ini. Jika saya menyebutkan novel ini fokus pada Makanan, kurang tepat juga rasanya karena perjalanan kuliner terjadi saat Aruna menjalankan tugasnya sebagai “ahli wabah” yang sedang terjebak dalam politik unggas. Percintaan? Ini dimulai baru saat menjelang akhir buku. Tapi, saya tidak keberatan dengan ketidakjelasan unsur ini. Mungkin penulis ingin menghadirkan sesuatu yang mengalir begitu saja, persis seperti kehidupan tokoh utamanya, yaitu Aruna Rai.

Tentunya Aruna tidak ngoceh sendirian di novel ini (walaupun dia single di usia 35 tahun). Ada Bono, seorang chef lulusan New York yang hidupnya didedikasikan untuk makanan; Nadezhda, seorang penulis gaya hidup dan kuliner yang pesonanya luar biasa dan tentu saja, penggila makanan juga; dan Farish, dokter hewan yang ditempatkan pada proyek yang sama dengan Aruna. Nah, di bagian ini saya rasa kelemahan Aruna & Lidahnya. Tokoh-tokoh yang ada kurang berkembang dan kurang “tegas” atau masih kabur. Saya hanya tau mimpi dan percakapan Aruna, tapi saya kurang dapat menangkap pandangan hidupnya, perilakunya, dan hal-hal kecil yang menjadikan tokoh ini seorang Aruna. Hal yang sama juga terjadi pada Bono; saya hanya menangkap passion-nya yang tumpah ruah untuk makanan. Jangan tanya Farish, menurut saya dia yang paling tidak jelas dan tiba-tiba berubah begitu saja sifatnya. Hanya Nadezhda yang tidak kabur penokohannya.

Secara umum, novel ini cukup asik dan ringan. Gaya bahasa Laksmi Pamuntjak tetap mengagumkan. Caranya mendeskripsikan makanan juga sangat detil dan bikin lapar. Saya merasa ikut dalam perjalanan kuliner Aruna dan teman-temannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s