Repetisi: Bawang

Dia baru saja duduk ketika perempuan yang hidup bersamanya, entah sejak kapan, membuka pintu. Perempuan itu tidak berekspresi, entah sejak kapan, dan tangannya menjinjing kantung plastik. Tanpa basa-basi seperti baru beberapa bulan tinggal bersama, perempuan itu mengikat tali tambang ke segala pergelangan yang ada di tubuhnya, pergi ke dapur, dan mulai mengiris bawang.
Ada suara tawa.
Tawa yang sama seperti ketika Father Ferreira mempertanyakan imannya kepada Tuhan.
Suara tawa, lagi.
Tidak ada ekspresi dari wajah perempuan itu, entah sejak kapan.
Tawa, lagi.
Dia hanya bisa diam. Paling tidak menonton. Entah sejak kapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s