La Prima Estate [Erlend Øye]

Advertisements

Repetisi: Bawang

Dia baru saja duduk ketika perempuan yang hidup bersamanya, entah sejak kapan, membuka pintu. Perempuan itu tidak berekspresi, entah sejak kapan, dan tangannya menjinjing kantung plastik. Tanpa basa-basi seperti baru beberapa bulan tinggal bersama, perempuan itu mengikat tali tambang ke segala pergelangan yang ada di tubuhnya, pergi ke dapur, dan mulai mengiris bawang.
Ada suara tawa.
Tawa yang sama seperti ketika Father Ferreira mempertanyakan imannya kepada Tuhan.
Suara tawa, lagi.
Tidak ada ekspresi dari wajah perempuan itu, entah sejak kapan.
Tawa, lagi.
Dia hanya bisa diam. Paling tidak menonton. Entah sejak kapan.