Dia tergelak
memaksa untuk didesak
Gurat bibir penuh seringai.
Lalu apa?
Mampus kau, katanya.
-24 Mei 2012
*Teruntuk guru sejarah SMA yang membiarkan murid-muridnya bergelimpangan di depan kertas ujian. Guru sejarah yang hanya numpang absen. Guru sejarah yang percaya teori konspirasi 9/11.

Advertisements

Untuk Yang Tidak Bisa Membalas

Sudah tiga gelas kopi modern (kamu menyebutnya begitu) dibaui dan diteguk habis. Masih hening. Kadang suara batuk dan pintu kedai terbuka mengusik keheningan yang memang sengaja dibiarkan ada.
“Saya mau kamu.”
Kamu tetap diam hingga akhirnya menengok dengan lemah, mungkin sudah bosan dengan rengekan itu dan sudah kehabisan akal untuk mencari jawabannya.
“Walau saya harus kembali ke pria lain?” pertanyaan itu kamu luncurkan sambil membenarkan letak dasi bermotif aneh yang selalu jadi andalanmu.
Entah berapa kali pertanyaan itu diajukan dan dibalas dengan mantap. Jawabannya pun sama,
“Iya. Saya mau jadi egois kali ini.”
Kamu menyeringai sambil kembali melempar pandangan ke jalanan yang basah. “Ritual” ini tidak pernah terlewat saat kita berdua. Kadang kamu menjawabnya dengan tertawa, walau lebih banyak diam. Persetan. Satu yang pasti,

Saya mau kamu walau kamu harus kembali ke pria lain.